Serba Ekonomi

Home » INFO EKONOMI » Pengeluaran, Investasi & Asuransi

Pengeluaran, Investasi & Asuransi

Begitu memiliki rumah atau membangun keluarga, pengeluaran tetap adalah pos dengan porsi relatif besar dalam bujet Anda. Ada cicilan rumah, premi asuransi, makanan, beragam tagihan rumah tangga, kebutuhan anak, kesehatan keluarga, dan masih banyak lagi yang harus ditanggung. Pos-pos pengeluaran ini susah dihindari, tapi tetap saja, Anda harus mengendalikannya seketat mungkin.

Kendalikan Pengeluaran

Walau begitu, godaan terbesar biasanya ada di belanja tersier. Ini berlaku buat semua orang, menikah ataupun tidak, punya anak ataupun tidak. Kita bicara soal belanja yang impulsif, seperti makan di restoran, hiburan, bahkan pengeluaran remeh-temeh. Kalau Anda tidak berhati-hati, di akhir bulan totalnya bisa mencengangkan lho.

Belanja tersier itu soal pilihan. Anda boleh memilih: belanja, atau simpan. Kalaupun sangat tergoda dengan tas bermerek seharga Rp 2 juta, bisa saja Anda putuskan membeli tas serupa seharga sepersepuluhnya. Kuncinya satu: disiplin!

Yuk, Mulai Berinvestasi!

Jangan cuma berupaya mengendalikan perginya uang. Pikirkan pula bagaimana supaya uang itu kembali datang. Ya, investasi.

Orang-orang yang berusia muda lebih berpotensi untuk berinvestasi secara agresif ketimbang mereka yang tua. Anda masih muda, jangan sia-siakan nilai lebih itu. Andaikan terjadi kerugian, ada cukup waktu untuk pulih dan membangun aset sekali lagi.

Investasi agresif adalah investasi berkembang, seperti saham dan properti. Menurut para pakar, investasi ini sebaiknya diendapkan selama lima tahun sebelum Anda menariknya (demi mengantisipasi pergolakan pasar).
Di mana investasi berkembang bisa ditemukan? Gampang. Cari saja manajer keuangan yang mengalokasikan sejumlah besar dana investasi ke pasar saham, baik domestik maupun internasional. Mereka juga mungkin menginvestasikannya ke REIT (real estate investment trust), yang terdaftar di bursa saham Singapura, Hong Kong, Malaysia, dan Tokyo.

Jaga Diri dengan Asuransi sedari Dini

Pertimbangkan juga membeli asuransi saat Anda masih muda dan sehat. Premi asuransi relatif lebih rendah, mengingat Anda juga risiko yang relatif kecil buat penanggung. Premi makin mahal seiring bertambahnya usia Anda, dan tanggungan tertentu susah diperoleh untuk problem kesehatan tertentu. Kalau Anda mengidapnya, bisa-bisa klaim ditolak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PILIHAN

%d bloggers like this: